Archive for March, 2007

Nice Artikell : Menikah adalah Keajaiban –

Tuesday, March 6th, 2007

Artikel ini bener2 memberikan inspirasi buat superedan.. thanks a lot buat Sakti Wibowo atas sharingnya.. semoga bisa bermanfaat…  Amien..
——————————————————————————————–

Menikah adalah Keajaiban
             

Saya
selalu mengatakan bahwa menikah adalah hal yang sangat kodrati. Dalam
bahasa saya, menikah tidak dapat dimatematiskan. Jika suatu saat ada
orang yang mengatakan, �secara materi saya belum siap,� saya akan
selalu mengejar dengan pertanyaan yang lain, �berapa standar kelayakan
materi seseorang untuk menikah?�

Tak ada. Sebenarnya tak ada. Jika kesiapan menikah
diukur dengan materi, maka betapa ruginya orang-orang yang papa. Begitu
juga dengan kesiapan-kesiapan lain yang bisa diteorikan seperti
kesiapan emosi, intelektual, wawasan dan sebagainya. Selalu tak bisa
dimatematiskan. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa menikah adalah
sesuatu yang sangat kodrati.

Bukan dalam arti saya menyalahkan teori-teori
kesiapan menikah yang telah dibahas dan dirumuskan oleh para ustadz.
Tentu saja semua itu perlu sebagai wacana memasuki sebuah dunia ajaib
bernama keluarga itu.

Sebagai contoh saja, banyak pemuda berpenghasilan
tinggi, namun belum juga merasa siap untuk menikah. Belum cukup, lah…
itu alasan yang paling mudah dijumpai. Dengan gaji sekarang saja saya
hanya bisa hidup pas-pasan. Bagaimana kalau ada anak dan istri? Oya,
saya juga belum punya rumah….

O-o… Saudaraku, kalau kau menunggu gajimu cukup,
maka kau tak akan pernah menikah. Bisa jadi besok Allah menghendaki
gajimu naik tiga kali lipat. Tapi percayalah, pada saat yang bersamaan,
tingkat kebutuhanmu juga akan naik… bahkan lebih tiga kali lipat.
Saat seseorang tak memiliki banyak uang, ia tak berpikir pakaian
berharga tertentu, televisi, laptop… atau mungkin hp merk mutakhir.
Saat tak memiliki banyak uang, makan mungkin cukup dengan menu
sederhana yang mudah ditemui di warung-warung pinggir jalan. Tapi
bisakah demikian saat Anda memiliki uang? Tidak akan. Selalu saja ada
keinginan yang bertambah, lajunya lebih kencang dari pertambahan
kemampuan materi. Artinya, manusia tidak akan ada yang tercukupi
materinya.

Menikah adalah sebuah elemen kodrati sebagaimana
rezeki dan juga ajal. Tak akan salah dan terlambat sampai kepada setiap
orang. Tak akan bisa dimajukan ataupun ditahan. Selalu tepat sesuai
dengan apa yang telah tersurat pada awal penciptaan anak Adam.

Menikah adalah salah satu cara membuka pintu rezeki,
itu yang pernah saya baca di sebuah buku. Ada pula sabda Rasulullah,
�Menikahlah maka kau akan menjadi kaya.� Mungkin secara logika akan
sangat sulit dibuktikan statemen-statemen tersebut. Taruhlah,
pertanyaan paling rewel dari makhluk bernama manusia, �Bagaimana
mungkin saya akan menjadi kaya sedangkan saya harus menanggung biaya
hidup istri dan anak? Dalam beberapa hal yang berkaitan dengan
interaksi sosial juga tidak bisa lagi saya sikapi dengan simpel. Contoh
saja, kalau ada tetangga atau teman yang hajatan, menikah dan
sebagainya, saya tentu saja tidak bisa lagi menutup mata dan
menyikapinya dengan konsep-konsep idealis. Saya harus kompromi dengan
tradisi; hadir, nyumbang… yang ini berarti menambah besar pos
pengeluaran. Semua itu tak perlu menjadi beban saya pada saat saya
belum berkeluarga.�

Saat saya dihadapkan pertanyaan �menikah� pertama
kali dalam hidup saya, saya sempat maju mundur dan gamang dengan
wacana-wacana semacam ini. Lama sekali saya menemukan keyakinan -�belum
jawaban, apalagi bukti�- bahwa seorang saya hanyalah menjadi perantara
Allah memberi rezeki kepada makhluk-Nya yang ditakdirkan menjadi istri
atau anak-anak saya.

Harusnya memang demikian. Itulah keajaiban yang
kesekian dari sebuah pernikahan. Saya sendiri menikah pada tahun 1999,
saat umur saya dua puluh tahun. Saat itu saya bekerja sebagai buruh di
sebuah perusahaan bakery tradisional. Tentu saja, saya sudah menulis
saat itu kendati interval pemuatan di majalah sangat longgar.
Kadang-kadang sebulan muncul satu tulisan, itu pun kadang dua bulan
baru honornya dikirim.

Dengarkan…! Dengarkan baik-baik bagian cerita saya ini.

Sebulan setelah saya menikah, tiga cerpen saya
sekaligus dimuat di tiga media yang berbeda. Beberapa bulan berikutnya
hampir selalu demikian, cerpen-cerpen saya semakin sering menghiasi
media massa. Interval pemuatan cerpen tersebut semakin merapat. Saat
anak saya lahir, pada pekan yang sama, ada pemberitahuan dari sebuah
majalah remaja bahwa mulai bulan tersebut, naskah fiksi saya dimuat
secara berseri. Padahal, media tersebut terbit dua kali dalam sebulan.
Ini berarti, dalam sebulan sudah jelas ada dua cerpen yang terbit dan
itu berarti dua kali saya menerima honor. Ini baru serialnya. Belum
dengan cerpen-cerpen yang juga secara rutin saya kirim di luar serial.

Tunggu… semua itu belum berhenti. Saat anak saya
semakin besar dan semakin banyak pernak-pernik yang harus saya penuhi
untuknya, lagi-lagi ada keajaiban itu. Satu per satu buku saya
diterbitkan. Royalti pun mulai saya terima dalam jumlah yang…
hoh-hah…! Subhanallah…!

Entah, keajaiban apa lagi yang akan saya temui
kemudian. Yang jelas, saat ini saya harus tetap berusaha meyakinkan
diri saya sendiri bahwa saya hanyalah perantara rezeki bagi anak dan
istri saya… juga �mungkin �orang lain. Dengan begitu, mudah-mudahan
saya bisa melepaskan hak-hak tersebut yang melekat pada uang gaji
ataupun royalti yang saya terima.

Ya Allah… mampukan saya.

Sakti Wibowo

Cikutra, Bandung.
Selasa, 28 Januari 2003, 8:48:44
sakti@syaamil.co.id

Stress and Boring !!!

Monday, March 5th, 2007

————————–#$@%#&%$#$@#^%#&%@$#%#$%$—————

Muncul lagi 2 jenis penyakit yang seringkali hinggap ke superedan…. Stress and Boring… !!!!!!!!!

Semenjak pindah ke Harmony … en semenjak beralih pegang "EQ-ST".. superedan bener2 ngrasain stress.. cuapek.. gedhek.. super duper under pressure… sakit hati .. etc… hiks.. superedan sedihh banget… jadi punya keinginan utk balik lagi ke superedan favor city Suroboyo-Malank… hiks…

Pengen rasanya segera "hengkang" dari sini… tapi.. tapi.. tapi… tapi… haruskan superedan menyerah lagi dari keadaan…. sudah berapa kali nyerah ????
Rasanya semua jadi kerasa dipaksain…. ga ada perasaan ikhlas lagi disni..

Org2 "deket" kasih semangat ke superedan buat terus bertahan… tapi superedan gak kuat!!!! sumpah ga kuat !!!… tapi superedan juga g mau bikin mereka semua kecewa… Confuse!!!!

Anyone can help superedan ??? Please help superedan !!!!

Ya ALLAH.. kuatkanlah aku ya ALLAH menghadapi semua ini…mudahkalah semua urusanku Ya ALLAH.. Amien

* Superedan yang sedang super stress dan suntuk..